Genteng Masjid Agung Tasikmalaya Ambrol
Rabu, 2 September 2009 - 16:02 wib
TEXT SIZE :
Fitra Iskandar - Okezone
JAKARTA - Gempa berkekuatan 7,3 SR yang berpusat di Tasikmalaya dirasakan cukup kuat. Muda-mudi yang tengah mempersiapkan pagelaran seni di alun-alun Singaparna Tasikmalaya pun berhamburan keluar.
"Saat gempa, di alun-alun ada acara ngabuburit pagelaran seni, sekira pukul 15.00 WIB," kata Rudi salah seorang warga Jalan Sukahaji, Desa Singasari, Singaparna, Tasikmalaya.
Goyangan gempa tersebut membuat panitia yang tengah melakukan cek sound dan sejumlah penonton berlarian karena panik.
"Gempanya kuat sekali, jadi meski di lapangan terbuka, tetap saja semuanya panik tidak tahu mau lari kemana," jelasnya.
Sebagian warga, menurutnya sebagian berlarian ke arah Terminal Singaparna, sebagian yang berada di Masjid Raya Singaparna untuk menenunaikan salat Ashar pun menjauh dari masjid karena takut tertimpa reruntuhan.
"Masjid Raya Singaparna hanya mengalami rusak di bagian atap. Gentengnya runtuh," kata Rudi.Sementara itu sejumlah rumah warga menurutnya juga mengalami kerusakan karena gentengnya rubuh.
Saat ini menurut dia, suasana sudah kembali normal. Warga yang semula berhamburan keluar rumah sudah kembali. "Sekarang sudah tenang. Tadi dua kali guncangan kuat, yang paling kencang yang pertama," jelasnya.
(fit)
Gempa Tasikmalaya, Puluhan Rumah di Garut Roboh
Rabu, 2 September 2009 - 16:15 wib
GARUT - Gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter yang terjadi di Tasikmalaya petang tadi, getarannya juga terasa di Kabupaten Garut. Puluhan rumah warga rusak bahkan beberapa di antaranya roboh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, Rabu (2/9/2009), sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di antaranya terjadi di Kecamatan Pamengpeuk, Kecamatan Karang Pawitan, dan Kecamatan Garut Kota.
Bahkan, salah satu ruko penjual sepatu di Jalan Cileduk, Garut Kota, juga tak kuasa menahan getaran hingga akhirnya roboh. Belum diketahui adanya korban jiwa akibat kejadian ini, namun kabarnya, sejumlah warga mengalami luka akibat gempa bumi yang sempat berpotensi tsunami tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga Garut masih berada diluar rumah. Mereka belum berani kembali ke dalam rumah karena khawatir gempa susulan terjadi. "Nanti saja kita kembali ke rumah kalau benar-benar sudah aman," ujar seorang warga. (Dede Ibin Muhibbin/Koran SI/teb)
Air Laut Hanya Naik 20 CM, Potensi Tsunami Dicabut
Rabu, 2 September 2009 - 16:11 wib
TEXT SIZE :
Ahmad Dani - Okezone
JAKARTA - Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) kembali melansir catatan terbaru terkait gempa di pantai selatan Pulau Jawa. BMKG akhirnya mencabut rilis potensi tsunami dari gempa tersebut.
"Kita sudah mencabut rilis potensi tsunami," kata petugas BMKG, Suharjono saat dihubungi okezone, Rabu (2/9/2009).
Suharjono menyebut, pencabutan potensi tsunami itu dikarenakan berdasar pantauan tim di wilayah Pangandaran, Jawa Barat, air laut hanya naik 20 centimeter.
Gempa tersebut berpusat di pantai selatan dengan kekuatan 7,3 skala Richter. Posisi gempa tersebut berpusat di 142 Km barat daya Tasikmalaya dan memiliki kedalaman 30 kilometer.(ahm)
02/09/2009 - 16:12
Gempa Ambrukkan 11 Rumah di Cibinong
INILAH.COM, Cianjur - Sedikitnya 11 rumah milik warga di Kampung Babakan Caringin, Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, rata dengan tanah akibat gempa yang mengguncang Cianjur. Pusat gempa terjadi di Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala Richter.
Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada pukul 14.55 WIB, Rabu (2/9) tersebut, sedangkan kerugian harta benda masih dalam perhitungan.
Selain kerusakan rumah, akses masuk dan keluar dari Kalapa Nunggal, Kecamatan Cibinong, saat ini tertutup longsoran tanah tebing yang runtuh ketika gempa terjadi.
Gempa yang sempat dirasakan warga di seluruh wilayah Cianjur itu, mengakibatkan masyarakat berhamburan keluar rumah. Mereka takut gempa berlangsung lama dan merobohkan rumah mereka. Selang beberapa detik gempa menguncang, beberapa rumah semi permanen dan permanen milik warga roboh.
"Ketika gempa terjadi, kami sudah berhamburan keluar rumah. Saat itu beberapa rumah milik tetanga sudah mulai roboh dan sebagai besar genteng rumah hancur," kata Agus Sofandi (32) warga Cikangkareng.
Ia menambahkan, saat ini warga masih berkumpul di luar rumah dan sebagian besar pria membantu membereskan rumah warga yang roboh. Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan Kalapa Nunggal, Cibinong dengan kecamatan lainnya, saat ini terputus total.
Jalan penghubung utama yang dikelilingi tebing itu, tertutup longsoran tanah sepanjang 300 meter. Longsoran terlihat di beberapa titik di sepanjang jalan itu. "Sampai saat ini kami belum tahu pasti berapa titik longsoran yang menutupi jalan. Pasalnya jalan utama di kelilingi gunung dan tebing," terang Agus.
Tertutupnya jalan itu mengakibatkan kawasan Cikangkareng terisolir. Namun warga saat ini, tengah melakukan upaya pembersihan longsoran tanah secara manual. [*/sss]
Gempa Tasikmalaya Terasa Sampai Bali
GOOGLE MAP
Gempa berpusat di 140 kilometer barat daya Tasikmalaya berkekuatan 7,3 skala richter.
/
Artikel Terkait:
Benteng Rumah Ambruk
Gempa, Pengunjung Mall Tangerang Berhampuran
Gempa, Acara Sri Mulyani dan Darmin Bubar
Pasca-Gempa, Warga Cilacap Berjaga Memantau Pergerakan Air Laut
Masjid At-Takwa Tasikmalaya Retak-retak
RABU, 2 SEPTEMBER 2009 | 16:01 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 7,3 Richter yang berpusat di 142 kilometer sebelah barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (2/9) pukul 14.55 WIB juga dirasakan di Pulau Bali. Menurut data BMKG Wilayah III Denpasar, intensitas gempa di Bali termasuk dalam skala II Modified Mercally Intensity (MMI).
"Getaran gempa itu dirasakan seperti halnya ketika ada truk yang melintas di depan kita. Dan, sejauh ini memang tidak ada laporan adanya kerusakan, kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar," Endro Tjahjono.
Gempa terasa beberapa lama, khususnya di gedung-gedung bertingkat. Sejumlah warga maupun karyawan yang bekerja di lantai dua terkejut. Lampu-lampu gantung bergoyang untuk beberapa saat. Demikian juga air mineral di dispenser bergoyang akibat getaran gempa.
"Terasa cukup kuat dan terjadi hampir setengah menit. Kami terkejut dan beranjak dari meja kerja bersama beberapa rekan," kata Yurison, karyawan swasta di seputar Renon.
Endro menyatakan, intensitas gempa di Bali sama dengan yang dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, seperti Tegal dan Subang. Intensitas gempa tinggi dirasakan di kawasan Puncak, Bogor, dan Sukabumi yakni hingga 6 MMI.
02/09/2009 - 16:11
Gempa Tasik Sampai ke Bengkulu
INILAH.COM, Bengkulu - Gempa besar yang mengguncang wilayah Tasikmalaya, Jabar dan berkekuatan 7,3 skala Richter (SR) terasa cukup kuat di Bengkulu. Warga pun berhamburan keluar rumah.
"Kami berusaha ke luar ruangan kerja mencari tempat aman, karena berdasarkan pengalaman setiap gempa besar selalu ada susulan yang menakutkan," kata Haryadi, salah seorang pegawai kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (2/9).
Menurut Haryadi, getaran terjadi sekitar pukul 14.40 WIB itu membuat panik warga yang masih trauma oleh dua kali gempa besar yang melanda Bengkulu. Kawasan itu pernah diguncang gempa besar pertama pada tahun 2000 berkekuatan 7,3 SR, kemudian kembali terjadi dengan kekuatan 7,9 SR pada September 2007.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,3 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terjadi sekitar pukul 06.47 WIB. Namun belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa lainnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berkekuatan 5,3 SR itu terjadi pada episentrum 1,41 lintang selatan (LS) dan 99,31 bujur timur (BT) dengan pusat berada di 52 Km Tenggara Siberut Mentawai, Sumbar dengan kedalaman sepuluh kilometer. Menurut BMKG gempa tersebut bisa dirasakan getarannya di Kota Padang III-IV modified mercalli intensity (MMI) dan di Mentawai juga cukup besar.
Data dari BMKG, selama bulan Agustus Provinsi Sumbar diguncang gempa sekitar 22 kali dengan kekuatan berkisar 4,8 SR hingga 6,9 SR. Guncangan gempa terbesar terjadi 16 Agustus sekitar pukul 14.38 WIB dengan kekuatan 6,9 SR pada episentrum 1,64 LS dan 99,12 BT dengan pusat berada di 43 Km tenggara Siberut Mentawai pada kedalaman 32 Km. [*/fiq]
02/09/2009
Aura Kasih Gemetar Gempa di Tasik
Vina Ramitha
INILAH.COM, Jakarta - Gempa di Tasikmalaya membuat Aura Kasih panik. Penyanyi cantik tersebut mengkhawatirkan kondisi Tasikmalaya, kampung halamannya.
"Barusan pd ngerasain jg gak sih ada gempa? Aku baru nonton beritanya di metro tv dan katanya sumber gempanya di tasikmalaya, kampong halaman aku," tulis Aura Kasih di milis wartawan hiburan, Rabu (2/9).
Aura meminta doanya semoga gempa di kampung halamannya tidak memakan korban.
Tolong doanya yah, semoga semua aman di sana. Deg2an bgt nih, apalagi dibilang di tv kalau gempa ini berpotensi menimbiulkan tsunami.
Sekali lagi mohon doanya ya teman-teman! [ana]
02/09/2009 - 15:45
SBY Minta Gubernur Jabar Siaga I
(google earth)
INILAH.COM, Jakarta - Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) yang melanda Tasikmalaya berpotensi tsunami di Pantai Selatan Jawa Barat. Presiden SBY pun memerintahkan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Tasikmalaya Jawa Barat bersiaga.
"Saya baru saja menerima telepon dari Presiden Yudhoyono yang memerintahkan jajaran kepala daerah mulai Gubernur Jawa Barat hingga Bupati Tasikmalaya bersiaga satu," kata Menteri Sekretaris Negara, Hatta Radjasa, di Istana Negara Jakarta, Rabu (2/9).
Sampai saat ini, lanjut Hatta, pemerintah pusat belum berkomunikasi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat sehingga nilai kerusakan maupun korban jiwa belum dapat diketahui.
Gempa berkekuatan 7,3 SR berpusat di laut barat daya Tasikmalaya terjadi pada pukul 14.55 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di pantai barat Jawa Barat. Gempa itu juga dirasakan oleh warga Jakarta dan sejumlah kawasan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. [*/fiq]
Rabu, 02/09/2009 15:07 WIB
Tembok Setinggi 4 Meter Kantor Detik Bandung Ambruk
Erna Mardiana - detikBandung
Bandung - Gempa dengan kekuatan yang cukup besar melanda Bandung, sekitar pukul 14.56 WIB, Rabu (2/9/2009). Goncangan cukup besar itu membuat tembok pagar belakang kantor detikbandung Jalan Lombok 33 ambruk.
Tembok belakang dengan tinggi sekitar 4 meter dengan panjang sekitar 10 meter ambruk, setelah beberapa saat digoncang gempa. Sementara itu, kuli bangunan hotel di belakang kantor detikbandung yang tengah dibangun berteriak.
Sementara itu, pegawai di Gedung Diklat PU Jalan Jawa yang berlantai dua, pegawainya berhamburan keluar sambil meneriakkan Allahu Akbar. Ratusan polisi di Polwitabes Bandung juga berhamburan keluar.
Penghuni rumah yang berada di Jalan Lombok 33 berhamburan semua.
(ern/ern)
... kota tasikmalaya gempar karena hampir semua orang berada di luar gedung/rumah ...
Digoncang Gempa, Mesjid Ar Rahman Roboh
/
RABU, 2 SEPTEMBER 2009 | 15:24 WIB
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 7,3 SR yang berpusat di kilometer barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat pada pukul 14.55, merobohkan Mesjid Ar Rahman yang berada di pusat kota Tasikmalaya. Selain mesjid, sejumlah rumah pun terpantau ambruk.
"Ada dua kali gempa, namun yang kedua tidak terlalu kuat," kata Rana, seorang warga Cikutra yang ditemui, Rabu (2/9) siang. Hingga berita ini diturunkan warga masih terlihat kuatir dan berada di luar rumah.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa kawasan di Jawa Barat digoyang gempa bumi sehingga membuat panik warga di kawasan itu. Gempa tersebut terasa merata di seluruh kawasan Kota Bandung, Bandung Selatan, Padalarang serta kawasan lainnya.
Goyangan gempa bumi yang berlangsung sekitar 40 detik-an itu membuat warga berhamburan keluar rumah, demikian halnya para karyawan yang sedang bekerja di kantor.
Para siswa yang sedang belajar di dalam kelas keluar berhamburan. Sama halnya di pusat perbelanjaan juga sempat terjadi kepanikan. "Goyangannya kuat sekali, saya melihat sepeda motor yang diparkir sampai bergoyang-goyang. Benar-benar kuat," kata Ny Ina warga Cikutra Kota Bandung. Goyangan gempa juga dirasakan juga di Bandung Selatan.
Gempa yang terjadi sebesar 7,3 skala richter membubarkan acara jumpa pers Menteri Keuangan dan Deputi Gubernur Senior BI di kantor pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/9/2009).
Pada saat konferensi pers berlangsung, gempa yang terjadi akhirnya membuat konferensi pers dihentikan di tengah jalan. Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ketika sedang berbicara mengenai rencana pertemuan G20 di London, sempat bertanya apakah memang sedang terjadi gempa.
Ketika sudah menyadari terjadinya gempa, akhirnya Sri Mulyani dan Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution serta peserta jumpa pers meninggalkan ruangan bersama dengan segenap karyawan Ditjen Pajak berkumpul di lapangan kantor Ditjen Pajak.
Darmin mengatakan, dirinya menyadari betul sedang terjadi gempa. Dia mengakui sudah sering merasakan gempa di tempat kelahirannya.
"Kalau di kantor ini, saya baru merasakan gempa. Kalau di kampung sering karena kampungnya di kaki gunung. Saya was-was karena gedung ini tidak didisain untuk permanen," jelas pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, 21 Desember 1949 ini.
Sumber: detikcom
02/09/2009 - 15:28
Gempa, Jumpa Pers Menkeu-BI Bubar!
Mosi Retnani Fajarwati
(Metro TV)
INILAH.COM, Jakarta - Jumpa pers persiapan forum G20 terganggu oleh adanya gempa berkekuatan 7,3 skala richter. Hal ini sepertinya 'menyelamatkan' Menteri Keuangan maupun Deputi Gubernur senior BI, pasalnya waktu paparan jadi lebih singkat.
Jumpa pers yang digelar di Gedung Direktorat Jenderal Pajak di Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (2/9) yang dimulai pukul 14.00 WIB saat gempa mendera terpaksa usai sekitar pukul 15.00 WIB.
Sontak Menkeu Sri Mulyani pun kaget, ketika media mengatakan ada gempa. "Ada gempa ya?" ujarnya dengan muka tertegun. Dengan spontan, beliau, Mulia Nasution, dan Darmin Nasution keluar dari ruangan setelah para wartawan berhamburan ke halaman. Acara wawancara pun mendadak dilakukan di halaman rumput yang berlangsung dalam beberapa menit.
Sementara Darmin menyatakan, dirinya belum pernah merasakan gempa di kantor Dirjen Pajak. "Kalau di kampung sering karena di kaki gunung, saya sih gak kawatir karena gedung ini masih baru," ujarnya.
Kendati gempa, media tidak gentar untuk mencari berita. Hal ini bisa dilihat dari aksi door stop yang tetap berlangsung kala gempa belum usai di halaman depan gedung tempat jumpa pers berlangsung. [mre/hid]
kompas.com:
Pascagempa, Komisioner Pemilihan Umum, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berbaur dengan wartawan, tamu, dan seluruh pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) di luar gedung KPU, Jakarta, Rabu (2/9).
02/09/2009 - 15:22
Gempa, Sofyan Djalil Ingin Pensiun Menteri
Susan Silaban
Sofyan A Djalil
(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN Sofyan A Djalil mengutarakan dirinya tengah mempersiapkan diri untuk tidak menjadi menteri pada masa Kabinet SBY-Boediono 2009-2013. Saat mengeluarkan pernyataan ini tiba-tiba terjadi gempa dalam beberapa detik.
"Saya menyiapkan diri untuk tidak menjadi menteri. Untuk itu, semua program untuk menteri selanjutnya akan saya persiapkan jadi menteri yang akan datang tinggal menjalankannya," kata Sofyan dengan wajah
ramahnya kepada wartawan di Gedung Kementerian BUMN, Rabu (2/9).
Ketika ditanyai jika kabinet SBY-Boediono masih mempercayakan dirinya memangku jabatan Menteri BUMN kembali, ia pun dengan senang hati untuk
memimpin BUMN dengan sebaik-baiknya. "Jika terpilih lagi Alhamdullilah. Namun semuanya itu terantung hak preogratif presiden," ujarnya sembari menutup pintu lift.
Tak berselang lama, Gedung BUMN digoncang gempa dengan kekuatan 7,3 SR. Semua pegawai BUMN dan kantor di Jalan Merdeka Jakarta Pusat keluar menyelamatkan diri. Tak terkecuali Sekretaris BUMN Said Didu, sayangnya Meneg BUMN Sofyan A Djalil tidak sempat turun dan tetap di ruang kantornya yang terletak di lantai M. Ia dan pengawalnya hanya terlihat melambaikan diri ke karyawan yang ada di halaman.
Selang beberapa menit, suasana Kantor Meneg BUMN dan gedung perkantoran lainnya sudah tampak aman. Pegawaipun sebagaian melanjutkan pekerjaannya sebagian lagi masih di halaman gedung masing-masing. Terlihat, kendaraan yang melintasi Jalan Merdeka Timur berjalan dengan perlahan.[hid]
02/09/2009
Cici Paramida Ngacir Sidang Saat Gempa
Supriyanto
INILAH.COM, Bogor - Gempa berkekuatan 7,3 skala richter di 142 km barat daya Tasikmalaya Jawa barat membuat sidang pidana Ahmad Suhaebi terhenti. Cici Paramida dan keluarga yang sedang bersaksi langsung ngacir meninggalkan ruang sidang.
Tepat pukul 14.55 WIB gempa berkekuatan 7,3 SR di 142 km barat Daya Tasikmalaya Jawa Barat mengguncang pulau Jawa. Tanpa terkecuali Jakarta dan kota sekitarnya.
Akibatnya, gempa yang lokasinya di kedalaman 30 km di bawah laut dan berpotensi tsunami itu membuat sidang kasus pidana Suhaebi berhenti sementara.
Saat gempa terjadi, Cici dan 4 kerabatnya yang sedang menjadi saksi lari ngacir meninggalkan ruang sidang untuk menyelamatkan diri. Sementara Suhaebi yang berstatus tersangka, tetap berada di ruang sidang. [aji/ana]
Gempa Buat Panik Amien Rais & Soetrisno Bachir
Rabu, 2 September 2009 - 16:03 wib
TEXT SIZE :
Siti Ruqoyah - Okezone
JAKARTA - Guncangan gempa sebesar 7,3 Skala Richter (SR) membuat hampir seluruh gedung di Jakarta Bergoncang, tak terkecuali rumah Partai Amanat Nasional (PAN).
Alhasil kedua tokoh nasional Amien Rais dan Soetrisno Bachir, serta seluruh karyawan di Rumah PAN yang tengah berada di dalam gedung tersebut panik dan memilih keluar gedung.
Pantauan okezone di rumah PAN, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Rabu (2/9/2009), kedua tokoh ini langsung berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri saat gempa mengguncang Jakarta.
Raut wajah kedua tokoh nasional tersebut pun seakan menyimpan tanda tanya perihal guncangan gempa tersebut. Mereka kemudian bertanya kepada sejumlah karyawan dan staff yang berada di sekitarnya.
Setelah 30 detik guncangan berlangsung, mereka kembali memasuki gedung dan beraktivitas seperti biasa. (kem)
source : http://ekonomitakserius.blogspot.com/
Read More - GEMPA 2 SEPTEMBER 2009